• Jl. Pendidikan, Punge Blang Cut, Kota Banda Aceh
  • +62 651 44750

UT Aceh Jajaki Kerja Sama dengan BRA untuk Pemerataan Pendidikan Keluarga Mantan Kombatan

Banda Aceh, Jumat 10 Oktober 2025 – Universitas Terbuka (UT) Aceh menjalin komunikasi awal dengan Badan Reintegrasi Aceh (BRA) dalam rangka penjajakan kerja sama strategis guna mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi bagi pegawai BRA dan keluarga mantan kombatan. Pertemuan berlangsung di Kantor BRA, Banda Aceh, dengan dihadiri oleh Direktur UT Aceh Windra Irawan, serta Ketua BRA Jamaluddin, S.H., M.Kn.

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas peluang kolaborasi melalui program “Satu Keluarga Satu Sarjana”, yang dirancang untuk memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi masyarakat terdampak konflik dan keluarga mantan kombatan. BRA berkomitmen memberikan beasiswa bagi pegawainya, sementara untuk keluarga mantan kombatan akan diupayakan melalui dukungan dana Pemerintah Aceh, khususnya dari anggaran Otonomi Khusus (Otsus). Program ini juga selaras dengan amanat Perjanjian MoU Helsinki, yang menegaskan pentingnya pemerataan pendidikan bagi korban konflik.

Direktur UT Aceh Windra Irawan menyampaikan bahwa UT sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, sangat mendukung inisiatif pemerataan pendidikan ini. “Melalui sistem belajar yang fleksibel, biaya terjangkau, dan kualitas yang diakui secara nasional, UT dapat menjadi solusi bagi masyarakat Aceh, termasuk keluarga mantan kombatan, untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun daerah tempat tinggalnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BRA Jamaluddin, S.H., M.Kn. menegaskan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menilai UT mampu menjawab tantangan pendidikan di Aceh, terutama bagi masyarakat yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. “Banyak yang salah kaprah membeli ijazah karena merasa sibuk dan tak sempat kuliah. Padahal ada UT, lembaga resmi negara yang memungkinkan masyarakat tetap kuliah dengan cara yang benar, tanpa meninggalkan aktivitasnya,” tutur Jamaluddin.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Koordinator Registrasi dan Pengujian UT Aceh, dosen, serta staf UT Aceh. Acara ditandai dengan penyerahan plakat dari UT Aceh kepada Ketua BRA, serta penyerahan buku berjudul “Jalan Reintegrasi Gerilyawan GAM” sebagai simbol semangat kolaborasi dalam membangun masa depan pendidikan Aceh yang inklusif.

Sebagai tindak lanjut, UT Aceh bersama BRA akan menggelar sosialisasi program beasiswa bagi pegawai BRA dan keluarga mantan kombatan melalui kegiatan langsung dan media sosial, guna memperluas jangkauan informasi dan memastikan lebih banyak masyarakat Aceh mendapatkan manfaat dari kerja sama ini.