Banda Aceh – Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menjadi khatib pada pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Jumat (17/7/2026). Kehadiran Prof. Ali sebagai khatib mendapat perhatian jamaah yang memadati masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut. Informasi penugasan beliau sebagai khatib Jumat di Masjid Raya Baiturrahman juga tercantum dalam daftar resmi khatib dan imam Kota Banda Aceh untuk Jumat, 17 Juli 2026.
Dalam khutbahnya, Prof. Ali mengangkat tema penguatan ekonomi syariah sebagai jalan menuju keberkahan dan kesejahteraan umat. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk semakin meningkatkan kesadaran dalam menjalankan aktivitas ekonomi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah serta meninggalkan praktik-praktik yang mengandung unsur riba.
Menurutnya, riba tidak hanya menjadi persoalan hukum agama, tetapi juga dapat menimbulkan ketimpangan sosial dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, umat Islam perlu memiliki komitmen untuk memilih transaksi dan aktivitas ekonomi yang lebih adil, transparan, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman.
“Ekonomi syariah bukan sekadar label atau perubahan nama dari sistem konvensional. Substansinya adalah menghadirkan keadilan, kemaslahatan, dan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat,” ungkapnya dalam khutbah tersebut.
Prof. Ali juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas lembaga keuangan syariah dan berbagai bentuk muamalah syariah lainnya. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya mengajak masyarakat berpindah ke sistem syariah, tetapi juga memastikan layanan yang diberikan mampu memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa lembaga-lembaga syariah tidak cukup hanya menggunakan istilah atau identitas syariah semata. Pelayanan yang cepat, profesionalitas sumber daya manusia, kemudahan akses, inovasi produk, serta kualitas layanan yang prima harus menjadi perhatian utama agar mampu bersaing dengan lembaga konvensional.
“Jangan hanya mengganti nama menjadi syariah, tetapi sistem dan pelayanannya tidak mengalami perbaikan. Lembaga keuangan syariah harus menunjukkan keunggulannya melalui integritas, profesionalitas, dan kualitas pelayanan yang lebih baik,” pesannya.
Melalui khutbah tersebut, Prof. Ali berharap ekonomi syariah dapat terus berkembang sebagai bagian dari solusi pembangunan ekonomi bangsa. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, hingga regulator untuk bersama-sama memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, modern, dan berdaya saing.
Khutbah Jumat yang disampaikan Rektor UT tersebut mendapat sambutan positif dari jamaah karena tidak hanya menekankan aspek keagamaan, tetapi juga memberikan refleksi tentang pentingnya membangun sistem ekonomi yang berkeadilan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.